Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Nasional

Shalawat Disebut sebagai Amalan yang Tidak Tertolak, Begini Penjelasan Para Ulama

24
×

Shalawat Disebut sebagai Amalan yang Tidak Tertolak, Begini Penjelasan Para Ulama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUARA NUSANTARA.ID, LAMPUNG: Shalawat merupakan salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam. Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat sebagai bentuk penghormatan, doa, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah satu keistimewaan shalawat yang banyak disampaikan oleh para ulama adalah bahwa shalawat kepada Nabi Muhammad SAW disebut sebagai amalan yang tidak tertolak.

Example 300x600

Shalawat sendiri merupakan ucapan doa dan salam penghormatan kepada Rasulullah SAW. Salah satu bacaan yang paling dikenal adalah Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad, yang berisi permohonan agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan kemuliaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membiasakan diri membaca shalawat dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah ulama terdahulu maupun ulama yang dikenal luas di dunia Islam memberikan perhatian besar terhadap keutamaan shalawat.

 

Syaikh Ali Jum’ah.

Menyampaikan bahwa shalawat kepada Nabi merupakan amalan yang memiliki keistimewaan tersendiri.

“Bershalawat Nabi adalah amalan yang pasti diterima oleh Allah. Jika kamu bersedekah, dan kamu ingin dipuji, maka sedekahmu sia-sia. Begitu pula jika kamu shalat karena ingin diperhatikan manusia, shalatmu tanpa pahala, tapi jika kamu bershalawat, walaupun kamu riya, kamu tetap akan mendapatkan pahala, karena shalawat berhubungan dengan Nabi Allah yang agung, yaitu Nabi Muhammad SAW.”

Pandangan mengenai keutamaan shalawat juga disampaikan Imam Abul Hasan asy-Syadzilli.

“Di akhir zaman tidak ada amalan yang lebih baik daripada bershalawat kepada Rasulullah SAW.”

Sementara itu, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani disebut menyampaikan, “Tidak tertolak shalawat atas Nabi SAW.”

Pendapat serupa juga dinukil dari Al-Hafidz Asy-Syaraji. Menurutnya, dzikir pada umumnya membutuhkan kekhusyukan dan kehadiran hati, sementara shalawat kepada Nabi memiliki keistimewaan tersendiri.

“Semua dzikir tidak diterima, kecuali dengan khusyu dan hadir hatinya, kecuali shalawat, maka akan diterima meskipun tanpa khusyu dan hadirnya hati.”

 

Mendapat Balasan dari Allah SWT

Keutamaan membaca shalawat juga disebutkan dalam sejumlah riwayat hadis. Salah satunya menyebutkan bahwa orang yang membaca shalawat satu kali akan mendapatkan balasan sepuluh kali shalawat dari Allah SWT.

Selain itu, disebutkan pula bahwa pembacanya memperoleh sepuluh kebaikan, dihapuskan sepuluh kesalahan, dan diangkat sepuluh derajat.

Keutamaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani juga menyampaikan berbagai keutamaan shalawat. Menurutnya, membaca shalawat dapat menjadi jalan bagi seorang hamba untuk meraih keridhaan Allah SWT, memperoleh keberkahan, terkabulnya doa, peningkatan derajat, serta menjadi sarana untuk mengobati penyakit hati dan memohon ampunan atas dosa.

Pandangan mengenai pentingnya memperbanyak shalawat juga dinukil dari Syaikh Ibn Athaillah As-Sakandari.

“Siapa yang (merasa) tidak memiliki amalan shalat dan puasa yang banyak untuk menghadap Allah di hari kiamat, maka hendaknya ia perbanyak membaca shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW.”

Sementara itu, Al-Quthb Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menukil perkataan para ulama:

“Satu shalawat dari Allah cukup untuk seorang hamba, dunia dan akhirat.”

As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki juga mengingatkan umat Islam agar tidak meninggalkan shalawat kepada Rasulullah SAW.

Menurutnya, shalawat merupakan kunci berbagai kebaikan dan pintu keutamaan, baik untuk kehidupan beragama maupun kehidupan dunia dan akhirat.

Hal senada disampaikan Al-Habib Umar bin Hafizd. Ia menyebutkan besarnya keutamaan shalawat karena Allah SWT sendiri memberikan kedudukan istimewa kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Allah dan Malaikat Bershalawat kepada Nabi

Keutamaan shalawat juga memiliki dasar yang sangat kuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:

“Sungguh, Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting mengenai anjuran bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dengan berbagai keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan para ulama, membaca shalawat menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Shalawat pun dapat dilakukan kapan saja, baik setelah melaksanakan ibadah, ketika mengingat Nabi Muhammad SAW, maupun sebagai bagian dari dzikir sehari-hari.

Membasahi lisan dengan shalawat bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada nabi yang membawa risalah Islam.

Wallahu a’lam.

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadi wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad.

(Jn/Redaksi Suara Nusantara.ID)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *