Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita NasionalTranding Topik

Viral Dokter Sudah Meninggal tapi Disebut Masih Layani Pasien, Polisi Turun Tangan

32
×

Viral Dokter Sudah Meninggal tapi Disebut Masih Layani Pasien, Polisi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUARA NUSANTARA.ID, SEMARANG: Kabar mengenai sebuah tempat praktik kesehatan di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang disebut masih melayani pasien meski dokter yang namanya tercantum telah meninggal dunia, viral di media sosial.

Informasi tersebut kemudian mendapat perhatian aparat kepolisian. Setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan meminta keterangan sejumlah pihak, polisi menyatakan bahwa informasi mengenai dokter yang telah meninggal tetapi masih menjalankan praktik di lokasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ditemukan.

Example 300x600

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Jumani mengatakan, lokasi yang sebelumnya menjadi tempat praktik dr. Agus Sukamto, SpKK, saat ini bukan lagi tempat praktik dokter, melainkan apotek umum.

Polisi Cek Langsung Lokasi

Penyelidikan dilakukan setelah unggahan di media sosial mengenai tempat tersebut menjadi perhatian publik.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari pihak yang berada di sana. Berdasarkan keterangan awal, sejak dr. Agus Sukamto meninggal dunia, tidak ada lagi kegiatan praktik dokter di lokasi tersebut.

“Untuk menindaklanjuti adanya berita viral adanya klinik yang masih melayani pasien, itu faktanya tidak benar,” kata AKP Jumani, Jumat (25/9/2026).

Polisi juga menyebut papan praktik dr. Agus telah dicopot pada awal September 2026.

Selain itu, apoteker di lokasi tersebut disebut telah mengajukan surat penutupan dan pengembalian izin apotek kepada Dinas Kesehatan pada 10 September 2026.

Ada Pengakuan Pasien yang Masih Didalami

Meski demikian, persoalan tersebut belum sepenuhnya berhenti.

Sebelumnya, seorang pasien berinisial NH mengaku sempat datang ke lokasi pada 2026 untuk berkonsultasi dengan dr. Agus. Kepada media, NH mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa dokter tersebut belum dapat menemuinya karena masih menjalani operasi.

NH juga mengaku memperoleh salep yang disebut sebagai racikan dr. Agus.

Ia baru mengetahui bahwa dokter tersebut telah meninggal setelah mendapat informasi pada September 2026.

Keterangan tersebut masih menjadi bagian yang didalami aparat kepolisian. Polisi belum menyimpulkan apakah benar terdapat pelayanan kepada pasien setelah dokter tersebut meninggal atau tidak.

Polisi Buka Kemungkinan Pendalaman Lebih Lanjut

AKP Jumani mengatakan, apabila nantinya ditemukan adanya tindakan pelayanan kesehatan yang membuat pasien percaya bahwa dokter yang telah meninggal masih memberikan pelayanan, aparat akan melihat aspek hukumnya berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa pernah dirugikan atau mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai agar melapor sehingga informasi tersebut dapat diperiksa lebih lanjut.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang sebelumnya juga melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan aspek legalitas, pelayanan, tenaga medis yang memberikan pelayanan, serta keselamatan pasien.

Dinkes menegaskan belum mengambil kesimpulan mengenai adanya pelanggaran sebelum proses verifikasi fakta dan dokumen selesai.

Suara Nusantara.Id mencatat, viralnya sebuah informasi di media sosial tidak otomatis membuktikan seluruh isi informasi tersebut. Dalam kasus ini, hasil pengecekan awal polisi justru menyatakan bahwa lokasi tersebut tidak lagi digunakan sebagai tempat praktik dokter. Sementara klaim mengenai adanya pasien yang masih memperoleh pelayanan masih dalam proses pendalaman.

Catatan: Artikel ini menggunakan prinsip praduga tak bersalah dan tidak menyimpulkan adanya pelanggaran atau tindak pidana sebelum terdapat hasil pemeriksaan resmi.

(Snto/Redaksi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *