Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Soetta, 209 Pergerakan Pesawat Terdampak

27
×

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Soetta, 209 Pergerakan Pesawat Terdampak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUARA NUSANTARA.ID, JAKARTA — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan memperpanjang penutupan sementara operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta hingga Minggu (6/9/2026) pukul 09.30 WIB.

Example 300x600

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan hasil paper test yang dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05 hingga 06.35 WIB menunjukkan hasil positif adanya indikasi abu vulkanik di area bandara.

“Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB – 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26,” kata Lukman dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Meski operasional penerbangan dihentikan sementara, kondisi pesawat yang berada di bandara dipastikan tetap aman.

Sebanyak 170 pesawat yang sedang dalam kondisi Remain Over Night (RON) berada di area apron. Rinciannya, 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, serta empat pesawat di terminal kargo.

Penutupan wilayah udara tersebut turut menyebabkan ratusan pergerakan penerbangan mengalami gangguan.

Berdasarkan NOTAM periode 01.30 hingga 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak. Jumlah penumpang yang ikut terkena dampak mencapai 22.798 orang.

Untuk penerbangan domestik, rute Makassar (UPG) menjadi salah satu rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni mencapai 16 pergerakan pesawat.

Sementara untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat sebagai rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni 11 pergerakan pesawat.

Penanganan penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali. Sejumlah rute yang terdampak antara lain Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).

Sementara itu, pada penerbangan domestik tercatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak antara lain Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).

Kemenhub bersama pengelola bandara dan maskapai terus melakukan pemantauan terhadap kondisi udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik.

Di tengah situasi tersebut, petugas bandara dan maskapai juga diminta memastikan kebutuhan penumpang tetap terpenuhi, terutama terkait informasi penerbangan, ruang tunggu, serta penanganan sesuai prosedur.

“Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur,” ujar Lukman.

Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta menjadi langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah adanya indikasi sebaran abu vulkanik.

Operasional penerbangan akan menyesuaikan perkembangan kondisi dan hasil pemantauan sebelum bandara kembali dinyatakan aman untuk melayani penerbangan.

(JO/Suara Nusantara.Id)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *